Minggu, 15 September 2019

Indonesia tidak bisa dijajah

3 komentar:

  1. https://youtu.be/BkOMwjksfPA

    https://youtu.be/oh_LpgCtg_M

    https://photos.app.goo.gl/n55hcZVMPVcjk4ze6

    https://www.facebook.com/groups/1872591669694906/

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.. { UNTUK IBU }
    Wahai ibuku,jadilah suri teladan yg baik untuk anak"ibu....
    Dan berhati"lah jangan sampai mereka melihat ibu melakukan perbuatan yg menyimpang dari perintah Alloh SWT...dan rosul Nya..SAW...karena anak"biasanya bnyak terpengaruh oleh ibunya....

    Wahai ibuku,jadilah ibu sebagai istri yg salehah yg paling nikmat bagi sang suami agar anak"ibu. Dapat terdidik dengan pertolongan Alloh....
    Dalam suatu rumah yg penuh kebahagiaan suami istri....

    Wahai ibuku.,agar rumah ibu merupakan contoh yg ideal dan benar bagi rumah keluarga muslim,tidak terlihat di dalamnya suatu yg di haramkan dan tidak pula terdengar suatu kemungkaran,sehingga anak" dapat tumbuh dengan ke imanan....
    Mempunyai akhlak yg baik,dan jauh dari setiap tingkah laku yg tidak baik.....

    Wahai ibuku,semoga Alloh menjaga ibu dari segala kejahatan dan kejelekan-agar ibu memperhatikan pendidikan kuncup-kuncup mekar dari anak" ibu dengan pendidikan islam....
    Karenan mereka merupakan amanat dan tanggung jawab yg besar bagi ibu....

    Untuk ibu 😊

    Santun siang sahabat...

    ===============

    https://m.youtube.com/watch?v=ENW0ZY7dj_M
    πŸŽ₯ Saben Malam Jum'at Cover By Deren - YouTube

    Assalamualaikum Saudaraku,,,,,,,,

    MALAM PERTAMA DI ALAM KUBUR
    .
    Malam Pertama
    Jasad sebenarnya mulai membusuk. Dan bagian tubuh yang pertama kali membusuk adalah perut dan kemaluan. Itulah alasan semasa hidup setiap manusia seharusnya menjaga dua bagian tubuh tersebut. Jasad juga mulai berubah warnanya menjadi agak hijau dan cenderung gelap.
    .
    Malam Kedua
    Malam berikutnya, organ dalam tubuh mulai membusuk seperti lambung, paru-paru, hati dan limpa.
    .
    Malam Ketiga
    Malam ketiga ialah malam ketika jasad mulai mengeluarkan bau busuk.
    .
    Setelah Tujuh Hari
    Wajah jasad akan mulai membengkak dan terlihat jelas di bagian pipi serta kedua mata.
    .
    Sepuluh Hari Pertama
    Tubuh akan semakin membusuk.
    .
    Setelah Dua Minggu
    Perlahan-lahan, rambut jasad mulai rontok dan terurai bersama tanah.
    .
    Lima Belas Hari
    Jasad akan mulai dikerubuti hewan-hewan tanah seperti ulat.
    .
    Enam Bulan
    Daging telah menyatu dengan tanah dan hanya menyisakan sedikit. Cuma tersisa tulang dan rangka dari jasad tersebut.
    .
    Dua Puluh Lima Tahun
    Kerangka akan meninggalkan satu biji dengan tulang yang sangat kecil. Dari tulang itulah kelak manusia akan dibangkitkan di hari pembalasan.
    .
    Ya Allah ampunilah dosaku, kedua orangtuaku, dan setiap orang yg mengucap "Aamiin" dikomentar serta matikanlah kami dalam keadaan husnul khatimah. Aamiin...
    .
    Sudah baca Like lalu BAGIKAN ke 3 grup dengan ikhlas

    MUALIM RAMLAN
    081210138879

    https://m.youtube.com/watch?v=7m_7rxHsXhk
    πŸŽ₯ SABEN MALEM JUMAT AHLI KUBUR MULEH NANG OMAH ...

    https://m.youtube.com/watch?v=NofVTn75qe4
    πŸŽ₯ Puisi Kematian KH MUSTHOFA BISRI GUSMUS - YouTube

    https://m.youtube.com/watch?v=2E_lCJnZwhU
    πŸŽ₯ TOMBO ATI - EMHA AINUN NADJIB - YouTube

    Www.investasiramlan.blogspot.com

    BalasHapus
  2. *πŸŒ΄πŸ€πŸŒ΄Banyak Beristighfar Untuk Mencegah Datangnya Penyakit*

    ✍ _Ustadz Dr. Arifin Badri, MA_
    πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€

    Telah jelas bahwa kemaksiatan kepada Allah adalah biang datangnya berbagai musibah dan wabah penyakit, maka dapat dipahami bahwa istighfar dan mohon ampunan kepada-Nya adalah penangkal dan penawar berbagai wabah dan penyakit. Bukan hanya menangkal penyakit, akan tetapi istighfar juga akan mendatangkan kedamaian, kebahagiaan, keberkahan dan kemudahan dalam hidup.

    Allah Ta’ala berfirman kepada umat Nabi Muhammad Ψ΅Ω„Ω‰ Ψ§Ω„Ω„ّΩ‡ ΨΉΩ„ΩŠΩ‡ ΩˆΨ³Ω„Ω… :

    “Dan hendaknya kamu meminta ampun kepada Tuhanmu dan bertaubat kepada-Nya (Jika kamu mengerjakan yang demikian) niscaya Allah akan memberi kenikmatan yang baik (terus-menerus) kepadamu sampai pada waktu yang telah ditentukan.” (QS. Huud: 3)

    Syaikh Muhammad Amin as-Syinqithi menafsirkan ayat ini dengan berkata, “Pendapat yang paling kuat tentang maksud kenikmatan yang baik ialah: rizki yang melimpah, hidup yang lapang, dan keselamatan di dunia dan yang dimaksud dengan (waktu yang telah ditentukan) adalah kematian.” [1]

    Allah Ta’ala mengisahkan perihal Nabi Hud bersama kaum ‘Aad.
    Dikisahkan, kaum ‘Aad adalah satu kaum yang terkenal memiliki kekuatan yang luar biasa.

    “Kaum ‘Aad berkata, “Siapakah yang lebih besar kekuatannya dari kami”
    Dan apakah mereka itu tidak memperhatikan bahwa Allah yang menciptakan mereka adalah lebih besar kekuatan-Nya dari mereka dan adalah mereka mengingkari tanda-tanda (kekuasaan) Kami.” (QS. Fusshilat: 15)

    Walau demikian, andai mereka beriman kepada Allah dan mensucikan jiwa mereka dari berbagai noda kemaksiatan dengan beristighfar, niscaya kekuatan mereka menjadi berlipat ganda:

    “Wahai kaumku, beristighfar kamu kepada Tuhanmu, lalu bertaubatlah (kembalilah) kepada-Nya, niscaya Allah akan menurunkan hujan yang sangat lebat dan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu.” (QS. Huud: 52)

    Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dalam kitab tafsirnya bahwa Abul Bilaad merasa keheranan tatkala membaca firman Allah Ta’ala:

    “Dan musibah apapun yang menimpamu, maka itu adalah akibat dari ulah tanganmu sendiri.” (QS. As-Syura:30)

    Ia bertanya-tanya, bagaimana penerapan ayat ini kepada dirinya, yang telah menderita buta mata sejak ia dilahirkan. Karena rasa herannya inilah ia bertanya kepada Al-A’la bin Badr, “Bagaimana penafsiran firman Allah Ta’ala:

    “Dan musibah apapun yang menimpamu, maka itu adalah akibat dari ulah tanganmu sendiri.”

    Padahal aku ditimpa kebutaan sejak aku masih bayi? Maka Al-A’la menjawab: “Itu adalah akibat dari dosa kedua orang tuamu.” [2]

    Inilah imunisasi syari’at sejati yang sepantasnya digalakkan sejak dini, agar kita menjadi bangsa yang perkasa dan berjaya. Dan selanjutnya, generasi penerus kita tidak turut merasakan sebagian dari kesialan berbagai amal kemaksiatan kita.

    Renungkan dan pikirkan baik-baik saudaraku! Apakah anda sampai hati untuk mewariskan kesialan amal maksiat anda kepada putra-putri anda?

    Saya yakin anda adalah orangtua yang penyayang, sehingga andapun pasti terpanggil untuk menjauhkan warisan sial ini dari putra-putri anda. Tidak heran bila andapun banyak beristighfar dan berjuang sekuat tenaga untuk mensucikan diri anda dan keluarga anda dari kesialan amal maksiat. Selamat berjuang, semoga Allah Ta’ala memberkahi dan memudahkan perjuangan anda.

    http://www.salamdakwah.com/artikel/872-banyak-beristighfar-untuk-mencegah-datangnya-penyakit


    ══ ¤❁✿❁¤ ══

    πŸ”€ Chanel Grup Al Manhaj Salafiy GMS

    Fanspage:https://www.facebook.com/AlManhajSalafiy/
    Telegram :http://t.me/Salafiyyah_GMS
    Website:https://almanhajsalafiygms.wordpress.com

    ✅ Silakan di-share

    BalasHapus
  3. *πŸŒ΄πŸ€πŸŒ΄Banyak Beristighfar Untuk Mencegah Datangnya Penyakit*

    ✍ _Ustadz Dr. Arifin Badri, MA_
    πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€

    Telah jelas bahwa kemaksiatan kepada Allah adalah biang datangnya berbagai musibah dan wabah penyakit, maka dapat dipahami bahwa istighfar dan mohon ampunan kepada-Nya adalah penangkal dan penawar berbagai wabah dan penyakit. Bukan hanya menangkal penyakit, akan tetapi istighfar juga akan mendatangkan kedamaian, kebahagiaan, keberkahan dan kemudahan dalam hidup.

    Allah Ta’ala berfirman kepada umat Nabi Muhammad Ψ΅Ω„Ω‰ Ψ§Ω„Ω„ّΩ‡ ΨΉΩ„ΩŠΩ‡ ΩˆΨ³Ω„Ω… :

    “Dan hendaknya kamu meminta ampun kepada Tuhanmu dan bertaubat kepada-Nya (Jika kamu mengerjakan yang demikian) niscaya Allah akan memberi kenikmatan yang baik (terus-menerus) kepadamu sampai pada waktu yang telah ditentukan.” (QS. Huud: 3)

    Syaikh Muhammad Amin as-Syinqithi menafsirkan ayat ini dengan berkata, “Pendapat yang paling kuat tentang maksud kenikmatan yang baik ialah: rizki yang melimpah, hidup yang lapang, dan keselamatan di dunia dan yang dimaksud dengan (waktu yang telah ditentukan) adalah kematian.” [1]

    Allah Ta’ala mengisahkan perihal Nabi Hud bersama kaum ‘Aad.
    Dikisahkan, kaum ‘Aad adalah satu kaum yang terkenal memiliki kekuatan yang luar biasa.

    “Kaum ‘Aad berkata, “Siapakah yang lebih besar kekuatannya dari kami”
    Dan apakah mereka itu tidak memperhatikan bahwa Allah yang menciptakan mereka adalah lebih besar kekuatan-Nya dari mereka dan adalah mereka mengingkari tanda-tanda (kekuasaan) Kami.” (QS. Fusshilat: 15)

    Walau demikian, andai mereka beriman kepada Allah dan mensucikan jiwa mereka dari berbagai noda kemaksiatan dengan beristighfar, niscaya kekuatan mereka menjadi berlipat ganda:

    “Wahai kaumku, beristighfar kamu kepada Tuhanmu, lalu bertaubatlah (kembalilah) kepada-Nya, niscaya Allah akan menurunkan hujan yang sangat lebat dan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu.” (QS. Huud: 52)

    Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dalam kitab tafsirnya bahwa Abul Bilaad merasa keheranan tatkala membaca firman Allah Ta’ala:

    “Dan musibah apapun yang menimpamu, maka itu adalah akibat dari ulah tanganmu sendiri.” (QS. As-Syura:30)

    Ia bertanya-tanya, bagaimana penerapan ayat ini kepada dirinya, yang telah menderita buta mata sejak ia dilahirkan. Karena rasa herannya inilah ia bertanya kepada Al-A’la bin Badr, “Bagaimana penafsiran firman Allah Ta’ala:

    “Dan musibah apapun yang menimpamu, maka itu adalah akibat dari ulah tanganmu sendiri.”

    Padahal aku ditimpa kebutaan sejak aku masih bayi? Maka Al-A’la menjawab: “Itu adalah akibat dari dosa kedua orang tuamu.” [2]

    Inilah imunisasi syari’at sejati yang sepantasnya digalakkan sejak dini, agar kita menjadi bangsa yang perkasa dan berjaya. Dan selanjutnya, generasi penerus kita tidak turut merasakan sebagian dari kesialan berbagai amal kemaksiatan kita.

    Renungkan dan pikirkan baik-baik saudaraku! Apakah anda sampai hati untuk mewariskan kesialan amal maksiat anda kepada putra-putri anda?

    Saya yakin anda adalah orangtua yang penyayang, sehingga andapun pasti terpanggil untuk menjauhkan warisan sial ini dari putra-putri anda. Tidak heran bila andapun banyak beristighfar dan berjuang sekuat tenaga untuk mensucikan diri anda dan keluarga anda dari kesialan amal maksiat. Selamat berjuang, semoga Allah Ta’ala memberkahi dan memudahkan perjuangan anda.

    http://www.salamdakwah.com/artikel/872-banyak-beristighfar-untuk-mencegah-datangnya-penyakit


    ══ ¤❁✿❁¤ ══

    πŸ”€ Chanel Grup Al Manhaj Salafiy GMS

    Fanspage:https://www.facebook.com/AlManhajSalafiy/
    Telegram :http://t.me/Salafiyyah_GMS
    Website:https://almanhajsalafiygms.wordpress.com

    ✅ Silakan di-share

    BalasHapus